Selasa, Agustus 30, 2022

Refleksi Individu Modul 2.1

 

Refleksi Diri: Mengelola kelas dan Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid yang  Berbeda-beda


Untuk melayani kemampuan murid yang berbeda saya telah melakukan metode pembelajaran yang bervariatif, menggunakan berbagai media pembelajaran, dan memberikan tugas sesuai tingkat kemampuan murid. Untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah telah membuat suasana belajar yang menyenangkan dengan menggunakan metode pembelajaran bervariasi yang membuat murid senang misalnya melalui pesan berantai untuk menghafalkan materi, menggunakan akronim untuk memudahkan mengingat. Menghadapi murid yang berbeda kebutuhan belajarnya saya juga memperlakukan berbeda, yang saya lakukan adalah untuk murid yang memiliki kemampuan yang kurang dibanding murid yang memiliki kemampuan lebih, saya akan memberi soal dengan bobot yang lebih rendah, atau memberi jumlah soal lebih sedikit agar termotivasi dan tetap semangat untuk belajar.

Tantangan yang saya hadapi dalam proses pembelajaran di kelas yang disebabkan oleh keragaman murid-murid saya adalah bagaimana cara menyatukan keberagaman tersebut menjadi satu kesatuan yang saling menerima satu sama lain. Keberagaman yang dimiliki murid itu mulai dari segi sifat: ada yang pemalu, riang, mudah marah, pemberani, penakut, sombong, rendah diri, dll. Dari segi kemampuan: ada yang cepat bernalar kritis, ada yang lambat berpikir, ada yang kreatif, dll. Perbedaan tersebut menjadi hal yang istimewa menurut saya. Untuk mengatasi tantangan tersebut, waktu pembelajaran Bahasa Indonesia saat presentasi materi "Surat lamaran Pekerjaan", mereka saya bagi menjadi  beberapa kelompok yang beranggotakan murid-murid berbeda agama, sifat, dan kemampuan di setiap kelompok. Keunikan yang mereka miliki, harus dituntun untuk berbaur dan saling menerima satu sama lain. Saya tanamkan pada murid bahwa perbedaan adalah hal yang unik dan istimewa dalam diri murid. Ketika mereka berdiskusi materi, awalnya mereka nampak kaku, dan bingung, tetapi   saya tetap mengarahkan agar tiap kelompok bekerjasama dan saling menghargai. Alhasil, tiap kelompok menjadi lebih kompak, tanpa melihat perbedaan.

Selain itu untuk menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran di kelas yang disebabkan oleh keragaman murid-murid yang memiliki kemampuan yang berbeda adalah pemilihan metode pembelajaran yang mampu memfasilitasi, saya juga melakukan tindakan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan berkolaborasi dengan teman sejawat terkait macam-macam metode pembelajaran yang menarik. Mencoba hal baru dalam menyampaikan materi sehingga anak tidak merasa bosan. Merefleksi apa yang sudah saya lakukan untuk memperbaiki diri. Mengajak dialog agar saya tahu sejauh mana materi pelajaran telah mereka kuasai.

Untuk mengakomodasi keberagaman murid sebaiknya dalam merancang pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan murid, baik metode, media pembelajaran, maupun kedalaman materi. Pembelajaran juga harus disesuaikan dengan kondisi murid di kelas, perlakuan terhadap murid tidak boleh sama namun harus disesuaikan dengan kebutuhan murid. Pada saat melakukan evaluasi soal juga harus disesuaikan dengan kemampuan murid yang beragam, jangan sampai murid yang kemampuannya rendah (kurang) mendapatkan soal yang sama dengan murid yang memiliki kemampuan lebih (pandai), karena hal ini akan menyebabkan murid yang memiliki kemampuan kurang akan malas dan tidak bersemangat untuk belajar ketika mendapatkan hasil evaluasi dengan nilai yang rendah.

 

Senin, Agustus 29, 2022

Koneksi Antarmateri Modul 1.4 Budaya Positif

KONEKSI ANTARMATERI MODUL 1.4

Minggu, Agustus 21, 2022

VISI GURU PENGGERAK

AKSI NYATA MODUL 1.3

Rabu, Agustus 17, 2022

KONEKSI ANTARMATERI MODUL 1.3

 Koneksi antarMateri Modul 1.3

Oleh: Sholehuddin, S.Pd., M.M.

Calon Guru Penggerak Angkatan 5

 

Koneksi antarmateri modul 1.3 ini berisi tentang kaitan materi pemahaman visi guru penggerak dengan filososfi pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD), nilai dan peran guru penggerak, serta manajemen perubahan inkuiri apresiatif dengan tahapan BAGJA untuk mewujudkan visi.

Ki Hajar Dewantara mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.

Setiap anak adalah pribadi yang unik, yang khas dan berbeda dengan yang lainnya. Mereka berhak untuk mendapatkan perlakuan yang berbeda dan merdeka agar bisa umbuh dan berkembang dengan baik. Benih jagung tidak sama perlakuannya dengan benih padi. Hal ini tentu harus dipahami oleh guru selaku petani. Petani yang baik harus mengenal dan paham dengan benih yang disemaikan.

Untuk itu nilai-nilai dari guru penggerak seperti mandiri, reflektif, kreatif , inovatif, dan berpihak pada murid semestinya melekat dalam diri seorang guru penggerak, agar mampu menjalankan perannya dengan baik demi mewujudkan visinya, yaitu mewujudkan profil pelajar Pancasila melalui merdeka belajar.

Adapun peran guru penggerak antara lain :

1. Menjadi pemimpin pembelajaran

2. Menggerakkan komunitas praktisi

3. Mendorong kolaborasi antar guru

4. Menjadi coach bagi guru lain

5. Mewujudkan kepemimpinan murid

Modal nilai-nilai yang dimiliki guru sebagai pendidik mempunyai tugas among (emban). Sebagai pengasuh yang mempunyai peran mengasuh, membimbing anak didik dengan ikhlas sesuai bakat dan minat yang diasuh. Guru sebagai pendidik hendaknya mencermati garis kodrat kemampuan anak didik agar jiwanya merdeka lahir dan batin. Anak didik mempuyai kodratnya masing-masing. Guru sebagai pendidik mempunyai tugas mulia menuntun kodrat anak tersebut. Melalui pendidikan, guru akan menuntun anak yang sudah mempunyai kodrat baik akan menjadi lebih baik lagi.

Visi yang telah saya susun adalah menghasilkan murid berprofil pelajar pancasila dengan SDM yang berkualitas. Tampak jelas adanya tujuan untuk menanamkan karakter profil pelajar Pancasila dalam suasana merdeka belajar dengan pembelajaran yang berpihak pada murid, nyaman, dan menyenangkan bagi anak didik, sehingga memberi ruang dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang seuai kodratnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka guru harus bisa memetakan kekuatan yang ada baik dari diri anak didik maupun lingkungan di sekitarnya. Pemetakaan dapat dilakiukan dari kepala sekolah, rekan sejawat, orang tua murid, masyarakat, sarana prasarana, dan murid itu sendiri. Setelah memahami peta kekuatan maka bisa menemukan strategi untuk melakukan perubahan mewujudkan mimpi menjadi nyata.

Manajemen perubahan yang bisa diterapkan adalah inkuiri apresiatif dengan tahapan BAGJA. yang terdiri dari:

1.  Buat Pertanyaan

2.  Ambil pelajaran

3.  Galim impi

4.  Jabarkan rencana

5.  Atur Eksekusi


Untuk menentukan visi, kita bisa menggunakan strategi tahapan BAGJA tersebut sebagai acuan.

Jumat, Agustus 12, 2022

VISI GURU PENGGERAK

DEMONTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3