Sabtu, Oktober 15, 2022
KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1
Selasa, Oktober 11, 2022
KONEKSI ANTARMATERI MODUL 2.3
Jumat, September 16, 2022
KONEKSI ANTARMATERI MODUL 2.2 PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL
Selasa, September 06, 2022
Senin, Agustus 29, 2022
Koneksi Antarmateri Modul 1.4 Budaya Positif
Rabu, Agustus 17, 2022
KONEKSI ANTARMATERI MODUL 1.3
Koneksi antarMateri Modul 1.3
Oleh:
Sholehuddin, S.Pd., M.M.
Calon
Guru Penggerak Angkatan 5
Koneksi
antarmateri modul 1.3 ini berisi tentang kaitan materi pemahaman visi guru
penggerak dengan filososfi pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD), nilai
dan peran guru penggerak, serta manajemen perubahan inkuiri apresiatif
dengan tahapan BAGJA untuk mewujudkan visi.
Ki Hajar Dewantara mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan
adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai
manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Pendidikan
adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki
keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka
pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat
menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat
diteruskan atau diwariskan.
Setiap anak adalah pribadi yang unik,
yang khas dan berbeda dengan yang lainnya. Mereka berhak untuk mendapatkan
perlakuan yang berbeda dan merdeka agar bisa umbuh dan berkembang dengan baik.
Benih jagung tidak sama perlakuannya dengan benih padi. Hal ini tentu harus
dipahami oleh guru selaku petani. Petani yang baik harus mengenal dan paham
dengan benih yang disemaikan.
Untuk
itu nilai-nilai dari guru penggerak seperti mandiri, reflektif, kreatif ,
inovatif, dan berpihak pada murid semestinya melekat dalam diri seorang guru
penggerak, agar mampu menjalankan perannya dengan baik demi mewujudkan visinya,
yaitu mewujudkan profil pelajar Pancasila melalui merdeka belajar.
Adapun peran guru
penggerak antara lain :
1. Menjadi
pemimpin pembelajaran
2. Menggerakkan
komunitas praktisi
3. Mendorong
kolaborasi antar guru
4. Menjadi coach
bagi guru lain
5. Mewujudkan
kepemimpinan murid
Modal nilai-nilai
yang dimiliki guru sebagai pendidik mempunyai tugas among
(emban). Sebagai pengasuh yang mempunyai peran mengasuh, membimbing anak didik dengan
ikhlas sesuai bakat dan minat yang diasuh. Guru sebagai pendidik hendaknya
mencermati garis kodrat kemampuan anak didik agar jiwanya merdeka lahir dan
batin. Anak didik mempuyai kodratnya masing-masing. Guru sebagai pendidik mempunyai
tugas mulia menuntun kodrat anak tersebut. Melalui pendidikan, guru akan
menuntun anak yang sudah mempunyai kodrat baik akan menjadi lebih baik lagi.
Visi yang telah saya susun adalah menghasilkan
murid berprofil pelajar pancasila dengan SDM yang berkualitas. Tampak jelas adanya tujuan untuk menanamkan karakter profil pelajar
Pancasila dalam suasana merdeka belajar dengan pembelajaran yang berpihak pada
murid, nyaman, dan menyenangkan bagi anak didik, sehingga memberi ruang dan
kesempatan untuk tumbuh dan berkembang seuai kodratnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka guru harus bisa
memetakan kekuatan yang ada baik dari diri anak didik maupun lingkungan di
sekitarnya. Pemetakaan dapat dilakiukan dari kepala sekolah, rekan sejawat,
orang tua murid, masyarakat, sarana prasarana, dan murid itu sendiri. Setelah
memahami peta kekuatan maka bisa menemukan strategi untuk melakukan perubahan
mewujudkan mimpi menjadi nyata.
Manajemen
perubahan yang bisa diterapkan adalah inkuiri apresiatif dengan tahapan BAGJA. yang
terdiri dari:
1.
Buat Pertanyaan
2.
Ambil pelajaran
3.
Galim impi
4.
Jabarkan rencana
5.
Atur Eksekusi
Kamis, Juni 16, 2022
Selasa, Mei 31, 2022
Koneksi Antarmateri – Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Materi Modul 1.1
Koneksi
Antarmateri – Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran
Ki
Hadjar Dewantara
Materi
Modul 1.1
Oleh: Sholehuddin
Calon Guru Penggerak Angkatan 5
SMKS KEPANJEN Kabupaten Malang
Apa yang saya percaya tentang murid dan
pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1?
Saya sebagai guru beranggapan
bahwa tugas seorang guru adalah untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan
keterampilan. Kegiatan pembelajaran adalah proses membuat anak didik aktif.
Kegiatan pembelajaran terpusat pada guru sebagai sumber ilmu.
Saya kurang begitu peduli
dengan kenyamanan belajar anak didik, kemerdekaan belajar, atau dampak negatif
yang akan muncul akibat pendekatan itu bagi saya, jika anak didik dapat nilai
bagus, berprestasi, patuh, dan tertib itu adalah suatu keberhasilan. Saya
fokus sesuai dengan tuntutan kurikulum dan hanya fokus melaksanakan pembelajaran
sesuai apa yang tertulis dalam kurikulum serta harus diselesaikan sesuai dengan
target kurikulum.
Apa
yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul 1.1?
Setelah saya ikut pendidikan
guru penggerak dan mempelajari modul 1.1. tentang filosofis dan pemikiran
pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, metode dan konsep pengajaran saya
berubah. Sebagaimana filosofis pendidikan dan pengajaran Ki Hajar Dewantara
yakni Sistem Among, Sistem Among menuntut kesabaran dalam penerapannya, Saya
menyadari bahwa selama ini memandang anak didik sebagai objek dalam
pembelajaran di kelas, padahal anak didik seharusnya menjadi subjek dalam
kegiatan pembelajaran karena anak didiklah yang memegang kendali dalam kegiatan pembelajaran
karena setiap anak didik itu istimewa, unik, dan memiliki potensi yang berbeda.
Guru sebagai pendidik harus menghamba pada anak didik dengan ketulusan dan
kerendahan hati.
Guru sebagai pendidik hanya
Tut Wuri Handayani yang mempunyai peran menuntun, mengasuh, membimbing sesuai
kodrat anak didik agar jiwanya merdeka lahir dan batin. Guru sebagai pendidik
memberikan kebebasan kepada anak didik dalam memilih gaya belajar yang disukai
tidak ada lagi perintah. Anak didik harus memiliki rasa merdeka dalam
berkreasi dan belajar. Di sinilah peran guru sebagai pendidik menuntun anak
didik agar memiliki kekuatan hidup berupa kodrat alam dan kodrat zaman untuk
merajut masa depannya.
Anak didik harus diupayakan
tumbuh kembang dalam cipta, karsa dan karya dengan mengeksplorasi minat, bakat
yang ada di dalam dirinya.
Apa
yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan
pemikiran KHD?
Yang bisa segera saya lakukan
sebagai cerminan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah:
· Saya sebagai pendidik harus disiplin
untuk memberikan contoh dan teladan kepada siswa atau anak didik.
· Merancang pembelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan peserta didik dan melaksanakan pembelajaran yang bemakna,
menyenangkan dan merdeka.
· Mengidentifikasi karakteristik siswa atau
anak didik, mulai dari kebiasaan, gaya belajar, kemampuan menyerap materi
pelajaran, bakat dan minatnya, juga meminta pendapat mereka tentang hal-hal
yang menyebabkan ketidak nyamanan mereka untuk dapat belajar dengan baik.
· Saya sebagai pendidik harus menjadi
penyemangat serta memberi dorongan dalam menanamkan nilai karakter, bergotong
royang, bekerjasama, tolong menolong setiap kegiatan yang ada di sekolah.
· Saya sebagai pendidik akan selalu mendorong
dan memotivasi anak didik untuk saling berbagi dengan sesama sebagai bentuk
solidaritas jika ada warga sekolah yang mengalami musibah, orang
tua meninggal, dan yang lain. anak mencintai lingkungan kelas/sekolah.
· Saya sebagai pendidik akan menanamkan dan
memberi penguatan karakter anak didik dengan melakukan pembiasaan secara terus
menerus seperti mengawali pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan terima kasih
jika mendapat bantuan dari orang lain, mengucapkan maaf jika melakukan kesalahan
baik sengaja maupun tidak.


